Bahlil mengakui keputusan untuk menahan harga BBM subisidi cukup berat bagi pemerintah. Hal ini karena beban subsidi pemerintah terus bertambah. Namun, keputusan tersebut tetap dilakukan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, lebih penting.

"Memang ini adalah sesuatu yang tidak ringan, ini sesuatu yang berat. Kenapa? Karena pasti penambahan subsidinya nambah. Tetapi Bapak Presiden Prabowo berpandangan bahwa membela dan menjaga daya beli masyarakat untuk menengah ke bawah itu jauh lebih penting sekalipun dengan berbagai macam hal-hal yang sudah kita lakukan," katanya.