NADIKABAR.COM β€” Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan keputusan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengeluarkan saham-saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) memang diperlukan.

Hingga saat ini, tercatat, saham-saham yang masuk kategori HSC sebanyak 80 saham dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

β€œUntuk saat ini sendiri, saya rasa memang keputusan untuk mengeluarkan saham-saham HSC ini merupakan suatu langkah jangka pendek yang memang diperlukan,” ujarnya dalam Media Day – Oktober 2026: Navigating Uncertainty: A New Perspective on Indonesia’s Market secara virtual di Jakarta, Selasa.

BEI mengungkapkan bahwa sebanyak 80 saham HSC atau saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tersebut memiliki bobot sebesar 18 persen dari IHSG. Dengan dikeluarkannya dari IHSG, bukan berarti saham-saham HSC tersebut dilakukan delisting (penghapusan pencatatan) dari BEI.