β€œYang akan menjadi perhatian investor global bukan sekadar komitmen untuk melakukan perbaikan, tetapi sejauh mana reformasi tersebut benar-benar dilaksanakan dan dapat diverifikasi. Karena itu, perkembangan respons regulator terhadap kekhawatiran MSCI akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepercayaan investor ke depan,” ujar Rully.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Mirae Asset menilai imbal hasil SBN masih menarik untuk diakumulasi secara bertahap, terutama pada obligasi bertenor pendek hingga menengah.

Investor juga disarankan lebih selektif terhadap obligasi berdurasi panjang karena harganya lebih sensitif terhadap perubahan imbal hasil.

Sementara itu, dari sisi pasar saham, Mirae Asset menyarankan investor menerapkan strategi yang selektif di tengah volatilitas tinggi.

Investor dengan posisi kas yang memadai dapat mempertimbangkan pembelian kembali saham secara bertahap dengan fokus pada saham yang relatif tidak bergantung pada aliran dana asing dan memiliki eksposur lebih terbatas terhadap potensi tekanan jual terkait MSCI.

β€œKami tidak melihat perlunya investor terburu-buru kembali masuk ke pasar secara agresif. Namun, koreksi yang sangat tajam juga dapat membuka peluang secara selektif. Dalam kondisi seperti ini, kami lebih memilih saham yang relatif tidak bergantung pada aliran dana asing, sambil tetap mempertahankan fleksibilitas kas untuk menghadapi kemungkinan volatilitas lanjutan,” tutup Rully.