NADIKABAR.COM — MotoGP terus mengembangkan sistem radio komunikasi yang memungkinkan pebalap menerima pesan langsung saat berada di lintasan. Teknologi yang mirip F1 ini ditargetkan mulai digunakan musim depan.
Senior Director of Media Production Technology MotoGP, Sergi Sendra, mengatakan proyek radio MotoGP sebenarnya sudah dimulai sejak 2020. Saat itu, Carlos Ezpeleta meminta dilakukan uji coba agar pebalap bisa mendengarkan informasi ketika sedang mengendarai motor.
Awalnya, sistem ini dibuat terutama untuk kebutuhan keselamatan. MotoGP ingin memastikan pesan penting, seperti informasi terkait red flag, bisa diterima seluruh pebalap secara bersamaan tanpa jeda.
"Ketika pesan dikirim melalui red flag, pesan itu harus sampai ke semua pebalap secara bersamaan dan tanpa jeda," kata Sendra kepada SpeedWeek, dikutip Rabu (9/9).
Menurutnya, kebutuhan tersebut membuat sistem radio MotoGP tidak bisa sekadar menggunakan perangkat komunikasi yang sudah tersedia di pasaran. Teknologi yang digunakan harus mampu mengirimkan audio digital melalui jaringan IP.