"Pada akhirnya, ini adalah urusan AS dan Lockheed, sebagai kontraktor utamanya dan kontraktor yang bertanggung jawab dalam mengelola rantai pasokan global," tambahnya.
Pihak Lockheed mengatakan tidak dapat membahas status pengiriman karena alasan keamanan, tapi menegaskan mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh Departemen Pertahanan AS dan Badan Logistik Pertahanan.
"Tim kami menangani setiap pengiriman dengan ketelitian dan pengamanan maksimal untuk memastikan integritas program F-35 dan keamanan mitra sekutu kami," kata Lockheed.
Hanya ada delapan negara mitra F-35: AS, Inggris, Australia, Italia, Belanda, Kanada, Denmark, dan Norwegia. Australia menerima F-35 pertamanya pada tahun 2014, dan Angkatan Udaranya akan mencapai kemampuan operasional penuh pada tahun 2025.