NADIKABAR.COM — Kasus asisten rumah tangga (ART) yang diduga mencabuli anak majikan di kawasan Matraman, Jakarta Timur masih menyisakan misteri. Meski pelaku telah ditangkap, namun sosok pria yang diduga ada di balik perbuatan bejat sang ART masih diburu.
Sosok pria tersebut diduga memesan konten porno terhadap si ART tersebut. ART tersebut mengaku diiming-imingi sejumlah uang untuk melakukan pencabulan terhadap korban.
Korban adalah seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang berkebutuhan khusus. Kasus ini mengemuka setelah ibu korban, NS melapor ke Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian bergerak cepat dan menangkap ART tersebut. Di sisi lain, polisi juga masih memburu sosok pria yang diduga memesan si ART untuk mengirimkan video porno pelaku dengan korban.
Berikut informasinya yang dirangkum NadiKabar, Rabu (4/11/2026).
Kasus tersebut dilaporkan oleh NS selaku ibu korban ke Polda Metro Jaya pada 14 Oktober 2026. Tim Direktorat Reserse PPA/PPO Polda Metro Jaya kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap ART yang berinisial IP tersebut.
"Sudah kita lakukan upaya penahanan, penangkapan dan penahanan," kata Direktur PPA/PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita Wulandari Wibowo, kepada wartawan, Selasa (3/1).
Rita mengatakan ART itu kini sudah ditahan. Dia dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan/atau KUHP dan/atau Undang-undang Perlindungan Anak.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengatakan kasus ini bermula saat ART itu diduga melakukan video call dengan seorang laki-laki yang tidak dikenal. Kemudian, video call itu dilakukan bersama sang anak untuk melakukan pelecehan.
Made menyebutkan teman laki-laki terlapor menawarkan sejumlah uang. Cara ini dilakukan agar terlapor mau melakukannya.
"Diduga Terlapor IP telah melakukan video call dengan seorang laki-laki, kemudian teman laki-laki Terlapor meminta Terlapor IP untuk melakukan pelecehan terhadap korban dan menawarkan sejumlah uang agar Terlapor IP mau melakukannya," jelas Made.
Polisi saat ini masih melakukan penyidikan terkait kasus tersebut. Saat ini polisi tengah memburu sosok pria yang diduga memerintahkan pelaku untuk melakukan tindakan bejat.
Dirres PPA Dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Rita menambahkan pihaknya masih menyelidiki keterlibatan pihak lain yang diketahui sempat melakukan video call dengan ART itu saat dugaan pencabulan terjadi.
"Kita sedang kembangkan kepada orang yang menghubungi si ART ya, supaya dia mau mengirimkan konten dan lain-lain, itu yang sedang sekarang kita kembangkan," jelasnya.