NADIKABAR.COM — Jawa Barat pernah punya lahan gambut basah terbesar di Tanah Jawa yang luasnya sekitar 2.000 hektare, meski kini lahan itu telah bertransformasi menjadi lahan persawahan yang subur. Lahan gambut basah ini tepatnya di kawasan Lakbok, Kabupaten Ciamis yang terkenal dengan Rawa Lakbok.
Lahan yang sunyi dan jarang terjamah itu-kecuali setelah proyek besar pembukaan Rawa Lakbok menjadi lahan sawah yang diinisiasi Bupati Sukapura, Raden Adipati Aria Wiratanuningrat sekitar tahun 1924-tentu menjadi hunian yang nyaman untuk para makhluk halus.
Makhluk halus yang khas di sekitar rawa ini adalah Onom. Makhluk ini dianggap sebagai penguasa di situ. Sebab, perbincangan tentang Onom telah banyak disinggung oleh orang-orang terdahulu.
Sebagai siluman, tidak ada yang tahu persis bagaimana rupa mereka. Orang-orang hanya mengenal tempat tinggal para siluman itu di Rawa Onom dan Rawa Lakbok.
Menurut R.A. Danadibrata dalam buku 'Onom dan Rawa Lakbok' (Kiblat Buku Utama, 2022), sebenarnya semua rawa yang ada di situ, yakni Onom, Lakbok 1, dan Lakbok 2 awalnya bernama Rawa Onom belaka. Di kemudian hari, rawa di bagian selatan Kota Banjar saat ini tersebut dinamai Rawa Lakbok.
Makhluk ini sering kali bersinggungan dengan orang-orang yang kebetulan berada di sekitar rawa atau sedang menghadiri acara di mana Onom diberi tempat khusus di situ. Berikut ini persinggungan manusia dengan Onom yang pernah tercatat dalam literatur Sunda:
Di silam masa, setiap tanggal 31 Agustus, ada perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina, ratu negeri Belanda yang digelar di sejumlah kota di negeri jajahan. Termasuk di pusat kota Ciamis. Orang-orang mengenal acara ini sebagai Pesta Raja.
Di sana, diadakan beragam hiburan yang menampilkan kesenian-kesenian saat itu. Dengan demikian, orang dari penjuru wilayah datang ke pusat kota untuk menikmati hiburan itu.
R.A. Danadibrata menuliskan kisah ini berdasarkan catatan R. Iskandar Bratanegara (lahir 29 Agustus 1895), seorang wadana di Ciamis, tentang seorang lelaki dari Bandung yang berkenalan dengan perempuan lokal.
Diceritakan, pada tahun sebelum 1930-an ini, lelaki tersebut berkenalan dengan perempuan yang dia temukan di tim redaksi banyak pengunjung Pesta Raja tersebut.