NADIKABAR.COM — Pihak mitra SPPG Makale Batupapan 1 mengklaim sudah melakukan penyajian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai prosedur imbas ratusan siswa dan guru diduga keracunan di Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan (Sulsel). Pihaknya mengaku sempat mendapat informasi adanya makanan yang berbau, namun malah menyoroti penerima manfaat yang tetap mengkonsumsinya.

Hal itu mengemuka dalam rapat dengan pendapat (RDP) terkait kasus dugaan keracunan MBG di kantor DPRD Tana Toraja, Jumat (5/9/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), pengelola SPPG Makale Batupapan 1 dan orang tua siswa.

Sejumlah anggota DPRD Tator awalnya mencecar pihak yayasan selaku mitra SPPG untuk menjelaskan penyebab terjadinya dugaan keracunan MBG. Legislator menyesalkan adanya kejadian yang membuat ratusan siswa dan guru mengeluh mengalami gangguan perencanaan.

Perwakilan Yayasan Magnolia Champaca Virginiana bernama Louice Cristiana Mangontan sebagai mitra BGN dan SPPG memberikan penjelasan. Louice awalnya berdalih segala persiapan dan standard operating procedure (SOP) telah dijalankan demi meminimalisir risiko yang bisa terjadi.

"Kami melakukan SOP betul-betul melakukan prosedur, saya bahkan ada di grup relawan, grup itu sudah saya bentuk satu tahun yang lalu. Kepada semua relawan, kami dari pihak yayasan memastikan mereka betul-betul disiplin. Itu basic-nya," tegas Louice.

Dia melanjutkan ada petugas khusus sekolah yang turut menjadi person in charge (PIC) atau penanggung jawab yang mencicipi menu MBG. Hal ini untuk memastikan makanan tidak berbau alias layak sebelum dibagikan ke siswa.