"Kami orang-orang yang berintegritas, berdisiplin tinggi dalam bekerja di dapur kami. Kembali lagi terkait kondisi ini saya sebagai mitra yayasan memohon maaf yang sebesar-besarnya, betul-betul di luar kendali kami," papar Louice.

Data dari Satgas MBG Tana Toraja hingga Jumat (4/9) pukul 20.30 Wita, total 173 siswa dan guru diduga keracunan usai menyantap MBG. Dari total itu, 165 orang dirawat di tiga rumah sakit (RS) berbeda, dan 8 orang dirawat yang tersebar di tiga puskesmas.

DPRD Tator turut menyoroti kejadian ini. Pihaknya mendesak SPPG Makale Batupapan 1 selaku penyedia MBG untuk menanggung biaya pengobatan siswa dan guru SMP yang diduga keracunan.

"Seluruh biaya pengobatan atau kebutuhan korban yang tidak terjangkau BPJS Kesehatan wajib ditanggung oleh KPPG, BGN, dan SPPG terkait secara berkelanjutan. Jangan ada yang dilimpahkan kepada korban," ujar Wakil Ketua II DPRD Tana Toraja, Evivana Rombe Datu saat membacakan hasil rekomendasi RDP, Jumat (4/9).

DPRD Tator juga meminta operasional SPPG Makale Batupapan 1 sebagai penyedia MBG yang diduga memicu keracunan untuk dihentikan sementara. Kebijakan ini dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel MBG yang telah dibawa ke Makassar untuk diperiksa.

"Mendorong dinas kesehatan dan kepolisian mempercepat pemeriksaan sampel makanan, muntahan, kotoran, dan air di laboratorium. Sekolah juga diminta membentuk Satgas pengawasan keamanan makanan serta pos pelayanan pengaduan cepat," jelasnya.