"PIC sekolah itu ada yang mana PIC ini harus menerima, jadi dengan tim distribusi kami, menerima, mencium, mencicipi menu-menu yang ada dalam ompreng itu, dipastikan tidak berbau, tidak busuk," paparnya.

Setelah dipastikan tidak busuk, barulah menu MBG dalam ompreng disajikan. Hal ini setelah pihaknya menandatangani sebuah dokumen kelayakan menu MBG tersebut.

"Itu yang terjadi, setelah itu baru kita distribusikan ke sekolah. Nah, ada berbagai informasi yang katanya mau makan sudah busuk, kalau sudah tahu bau, kenapa dimakan, tabe," cetus Louice.

Dia mengatakan bahwa kejadian tersebut di luar dari kendalinya. Pihaknya menyatakan siap melakukan pembenahan dan menerima sanksi atas risiko yang terjadi di lapangan.

"Kami sangat memahami kondisi ini, kami ini betul-betul di luar kendali kami makanya kami siap salah, siap memperbaiki, mungkin membenahi ke dalam, walaupun memang kami sudah melakukan SOP," jelasnya.

Dia berharap kejadian ini tidak dijadikan momentum untuk mencari kesalahan. Louice kembali berupaya meyakinkan bahwa semua pihak yang terlibat dalam penyiapan MBG adalah orang berintegritas.