Dari jumlah tersebut, mobil listrik murni (BEV) menyumbang 698 ribuan unit. Penjualannya masih tumbuh 1,7% dibandingkan tahun lalu. Sementara mobil plug-in hybrid (PHEV) terjual 307 ribuan unit atau turun 25,8%. Penjualan PHEV sudah turun selama delapan bulan berturut-turut.

Dengan demikian, maka pangsa pasar mobil ICE di China kini tinggal 34,8%. Bukan tak mungkin, angkanya makin tergerus dari tahun ke tahun.

Salah satu faktor yang disebut CPCA ikut menekan permintaan mobil bensin adalah meningkatnya harga bahan bakar. Harga rata-rata bensin RON 95 di China kini sekitar 8,7 yuan atau Rp 20 ribu per liter.