Berkat kombinasi tersebut, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 670 km untuk versi sedan dan lebih dari 640 km pada varian Shooting Brake berdasarkan pengujian WLTP.

Kemampuan pengisian dayanya juga tak kalah impresif. CLA 45 mendukung DC fast charging hingga 330 kW, sehingga baterai dapat diisi dari 10 hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 22 menit.

Meski kini sepenuhnya bertenaga listrik, Mercedes-AMG tetap berusaha mempertahankan karakter khas mobil performanya.

Lewat mode berkendara AMGFORCE S+, pengemudi akan disuguhkan simulasi suara mesin empat silinder AMG lengkap dengan sensasi perpindahan gigi virtual, getaran pada jok, hingga suara khas yang direkam langsung dari mesin AMG A 45 S.

Dari sisi desain, CLA 45 tampil lebih agresif dengan grille Panamericana khas AMG, fender yang dibuat lebih lebar, diffuser belakang berukuran besar, serta spoiler aktif yang dapat menyesuaikan posisi sesuai mode berkendara dan kecepatan mobil. Mercedes-AMG juga menawarkan dua pilihan bodi, yakni sedan dan Shooting Brake.

Hingga saat ini Mercedes-AMG belum mengumumkan harga resmi CLA 45 4MATIC+ maupun jadwal penjualannya di pasar global. Dalam materi resmi peluncuran, pabrikan hanya menyebut mobil ini akan hadir sebagai model sedan dan Shooting Brake saat memasuki masa pemasaran, tanpa mengungkap banderolnya.