"Ada sekitar 6 Kabupaten. Sampai saat ini hari tanpa hujannya sudah cukup panjang. Jadi mungkin masyarakat memerlukan air, maka kita ditugaskan melakukan operasi modifikasi cuaca," ujarnya.
Dijelaskan Yana, yang perlu menjadi catatan bahwa modifikasi cuaca ini tidak serta merta membikin hujan dari kondisi semula yang tidak awan, kemudian ada awan terus turun hujan.
Dalam OMC ini, pihaknya memaksimalkan potensi awan yang ada. Ketika awan potensial seperti cumulus atau cumulus congestus muncul, dilakukan penyemaian menggunakan NaCL atau garam halus. Sehingga diharapkan akan turun hujan di area target.
Yana melanjutkan, pihaknya merencanakan setiap menggelar 2 kali penyemaian. Namun, lagi-lagi itu juga tergantung kondisi ketersediaan potensi awan yang bisa disemai menjadi hujan.
Penyemaian dilakukan di ketinggian 7.000-10.000 kaki, terhadap awan-awan yang potensial menuju target sasaran.
Melalui proses ini, awan diperkirakan akan mencapai tingkat kejenuhan lebih cepat, dan menurunkan hujan di area target dalam kurun waktu 1 hingga 3 jam pascapenyemaian.