Ia juga mengatakan distribusi curah hujan yang tidak merata dapat memperparah masalah ini, yang bisa menyebabkan sejumlah kawasan pertanian menderita kerugian jauh lebih besar dari yang tercermin dalam angka curah hujan nasional.

"Dampak terhadap konsumsi pedesaan juga bisa signifikan, karena rumah tangga yang menghadapi pendapatan lebih rendah dan biaya pangan lebih tinggi memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan pada barang dan jasa lainnya."

Tekanan itu juga dirasakan oleh rumah tangga perkotaan. Survei pada September 2026 yang dilakukan bank sentral India menemukan bahwa masyarakat memperkirakan inflasi akan meningkat seiring harga pangan dan bahan bakar yang semakin memengaruhi sentimen mereka.

Sunita Sharma, seorang ibu rumah tangga di New Delhi, mengatakan daftar belanjaan rutinnya kini menghabiskan ratusan rupee lebih banyak dibanding beberapa bulan lalu.

"Kami tidak punya pilihan selain memangkas pengeluaran yang tidak mendesak hanya untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari," katanya kepada DW.

Harga sejumlah bahan pokok naik tajam belakangan ini. Analisis ISignal menggunakan data Departemen Urusan Konsumen menunjukkan bahwa harga bawang merah naik 93% pada September dibanding tahun sebelumnya, sementara harga gula naik 28% dan beras sekitar 8%.

Tantangan berikutnya adalah musim tanam rabi atau musim dingin. Para petani kini sedang bersiap menanam gandum, mustard, dan kacang Arab, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada seberapa banyak kelembapan yang tersisa di dalam tanah setelah monsun yang lemah ini.

Rajeevan mengatakan prospek jangka panjang pun semakin sulit diprediksi seiring menghangat nya iklim global.

"Dalam iklim yang menghangat, periode kering yang lebih panjang dan variabilitas curah hujan yang lebih besar adalah sebuah kemungkinan," katanya. "Ke depan, selain pengaruh El Nio, kita harus memperhitungkan dampak dari iklim yang lebih hangat."

Reddy, petani di Karnataka, kini masih menunggu kabar apakah ia mendapat pekerjaan sebagai satuan pengamanan di Bengaluru, sembari mempersiapkan diri untuk meninggalkan lahan pertaniannya.

Artikel ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris