Bagi usaha kecil, mendapatkan fasilitas membuka usaha di area Festival di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit, menjadi pintu pemasaran lebih luas kepada konsumen dari berbagai penjuru dunia. UMK yang bergabung di Rumah BUMN Pertamina ini merasa siap menarik pengunjung, karena telah memperoleh pelatihan, dan pendampingan dari Pertamina.
"Hadirnya ajang ini menjadi ruang perkenalan. Harapan kami pengalaman merasakan makanan lokal ini dapat berbuah rekomendasi yang disebarkan satu orang ke orang lain," tuturnya.
Pemilik Estuaria Salt, Andika Satriawan, mengungkapkan bahwa usahanya tidak sekadar menjual garam, tetapi mengolahnya menjadi produk aromaterapi, bath salt, massage oil, hingga lilin. Melalui inovasi turunan tersebut, ia membawa misi ekonomi sekaligus sosial di balik pengembangan produknya.
"Kami ingin mengangkat garam lokal, handcrafted dari ibu-ibu para nelayan," jelasnya.
Bagi Estuaria Salt, nilai lokal bukan sekadar cerita pemasaran, namun juga pemberdayaan dan kolaborasi. Garam petani yang sebelumnya dihargai sekitar Rp3.000 per kilogram, dibeli sebagai bahan pembuatan aromaterapi seharga Rp5.000-Rp6.000 per kilogram untuk kemudian diolah menjadi produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.