Selain waktu, perempuan juga tercatat memiliki beban pengambilan keputusan dan mental yang lebih tinggi. Skor beban keputusan dan mental perempuan mencapai 59,7 dari 100, sedangkan laki-laki 48,5.

Sebanyak 71,7 persen perempuan juga tercatat mengelola sedikitnya 60 persen keputusan harian rumah tangga, mulai dari mengatur kebutuhan anak dan belanja hingga memastikan berbagai kewajiban rumah tangga terpenuhi.

Rerie mengatakan temuan tersebut menunjukkan persoalan yang dihadapi perempuan bukan semata-mata berkaitan dengan kapasitas, melainkan juga struktur sosial dan pembagian peran.

"Banyak perempuan harus menghadapi beban ganda. Mereka dituntut produktif di tempat kerja, tetapi pada saat yang sama tetap memikul sebagian besar tanggung jawab domestik dan pengasuhan," katanya.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik pada Mei 2026 mencatat rata-rata upah buruh laki-laki sebesar Rp3,69 juta per bulan, sedangkan perempuan Rp2,86 juta. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp830 ribu atau 22 persen.