Menurut dia, kesenjangan itu perlu menjadi dasar evaluasi terhadap berbagai hambatan struktural perempuan, seperti pemisahan jenis pekerjaan berdasarkan gender, keterbatasan kesempatan pengembangan karier, dan besarnya tanggung jawab pengasuhan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rerie mendorong pemerintah memperkuat data nasional mengenai penggunaan waktu dan mengembangkan akun satelit ekonomi perawatan untuk mengukur kontribusi kerja domestik dan pengasuhan yang tidak dibayar.

Dia juga meminta perluasan akses terhadap layanan penitipan anak dan layanan perawatan yang berkualitas dan terjangkau serta penerapan efektif cuti melahirkan dan cuti pengasuhan bagi ayah agar tanggung jawab pengasuhan dapat dibagi lebih adil.

Selain itu, Rerie mendorong penguatan pengawasan terhadap praktik pengupahan melalui transparansi sistem penggajian, evaluasi pekerjaan yang objektif, serta penegakan prinsip upah yang setara untuk pekerjaan yang setara nilainya.

"Kerja perawatan tidak boleh terus menjadi pekerjaan yang tidak terlihat dan dibebankan kepada perempuan. Negara, dunia usaha, partai politik, dan masyarakat harus bersama-sama membangun ekosistem yang memungkinkan perempuan berkembang secara setara," ucapnya.