Menurut Kosmas, peningkatan keterampilan perlu menjadi perhatian agar potensi yang tersedia di Kampung Wanam dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan manfaat bagi keluarga.

"Pertanian perlu dikembangkan agar masyarakat memiliki sumber penghidupan dan pendapatan tambahan. Karena itu, keterampilan masyarakat harus terus ditingkatkan supaya potensi yang ada di Kampung Wanam dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan manfaat bagi keluarga," katanya.

Dia menambahkan pihaknya berharap pembentukan enam kelompok tani tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan dan pendampingan agar masyarakat mampu menjalankan kegiatan pertanian secara nyata.

Sementara itu, Ketua Adat Kalai Woyu Maklew Yohanis Agabi Mahuze mengatakan peningkatan kesejahteraan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai adat, hubungan masyarakat dengan tanah, serta pelestarian identitas budaya yang diwariskan antar generasi.

Menurut Yohanis, pengembangan ekonomi masyarakat adat harus tetap memperhatikan nilai-nilai adat dan hubungan masyarakat dengan tanahnya sehingga diharapkan pertanian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa meninggalkan identitas budaya dan kehidupan sosial yang selama ini menjadi bagian dari masyarakat adat Wanam.

Pihaknya menekankan pentingnya menempatkan masyarakat adat sebagai pelaku utama dalam pengembangan ekonomi wilayahnya.