"Pengembangan pertanian perlu memperhatikan kebutuhan dan karakteristik masyarakat setempat agar peningkatan produksi tidak mengabaikan hubungan sosial, budaya, dan sumber penghidupan yang selama ini menopang kehidupan mereka," katanya.
Pihaknya menilai pembekalan yang diberikan menjadi langkah awal untuk memperkuat kemampuan peserta dalam mengelola kegiatan pertanian.
"Namun, pengetahuan yang diperoleh perlu dilanjutkan melalui praktik lapangan, pemilihan komoditas yang sesuai, penyusunan jadwal tanam, serta penggunaan sarana produksi secara efektif," ujarnya.
Dia menambahkan kelompok tani juga membutuhkan keterampilan administrasi dan pencatatan usaha untuk mengetahui biaya produksi, hasil panen, serta potensi keuntungan.
Anggota Riset dan pemberdayaan masyarakat MPSI Kausar menegaskan bahwa pembentukan enam kelompok tani perempuan harus diikuti dengan program pendampingan berkelanjutan.
"Peningkatan kompetensi masyarakat merupakan prasyarat penting agar pembangunan wilayah dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal," katanya.