Head of Corporate Banking, Investment Banking Coverage, & Loan Syndication CIMB Niaga, Miranty Supardi, mengatakan pihaknya berkomitmen mendampingi IKM melalui penyediaan solusi pembiayaan berkelanjutan.

"Sejalan dengan purpose CIMB Niaga, Advancing Customers & Society, kami berkomitmen untuk berjalan berdampingan dengan para pelaku IKM sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Melalui penyediaan solusi pembiayaan berkelanjutan, kami hadir tidak hanya untuk memberikan akses pendanaan, tetapi juga mendampingi IKM melakukan transisi hijau menuju praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi," paparnya.

Pelatihan ini juga mendapat dukungan Kementerian Perindustrian dan sejalan dengan Program Pemberdayaan IKM Hijau yang diluncurkan pada Juli 2026 melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA).

Program IKM Hijau bertujuan mempercepat transformasi IKM agar mampu memenuhi tuntutan pasar global. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang ekonomi hijau, tetapi juga meningkatkan kapasitas pelaku usaha untuk menerapkan praktik bisnis yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

"Transformasi menuju industri hijau bukan hanya tanggung jawab industri skala besar, tetapi juga menjadi peluang strategis bagi IKM dalam negeri. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memastikan transformasi industri hijau berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap, kolaborasi lintas sektor dengan MR.D.I.Y. Indonesia dan CIMB Niaga kali ini dapat membantu IKM mendapatkan role model yang bisa dijadikan inspirasi dalam menggerakkan transformasi hijau bagi IKM lainnya di Indonesia," papar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Reni Yanita.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapat materi dari sejumlah praktisi dan pakar keberlanjutan. Tri Hita Consulting membahas penerapan prinsip ESG bagi IKM. Sementara itu Jejakin memberikan pemahaman tentang metode penghitungan emisi karbon dan pentingnya mengukur jejak karbon untuk mendukung bisnis berkelanjutan.

Peserta juga mendengar pengalaman CV Karya Wahana Sentosa (KWaS Wooden Kitchenware), pemasok lokal MR.D.I.Y. Indonesia sejak 2023, dalam menerapkan prinsip keberlanjutan. KWaS membagikan praktik penggunaan bahan baku kayu yang bersumber secara bertanggung jawab dan bersertifikasi Forest Stewardship Council (FSC).

Penerapan prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya KWaS untuk meningkatkan kualitas dan daya saing usaha. Per Oktober 2026, penjualan KWaS di MR.D.I.Y. Indonesia tercatat telah mencapai 85% dari total penjualan sepanjang 2025.