"Bagi KWaS, terus berkembang berarti mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk. Kemitraan dengan MR.D.I.Y. Indonesia menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut, karena mendukung kami untuk menjangkau akses pasar yang lebih luas dan mendorong kami untuk terus meningkatkan kapasitas usaha," papar Direktur Utama, CV Karya Wahana Sentosa, Robertus Agung.
"Melalui pelatihan ini pun, kami berharap pengalaman KWaS dapat menjadi inspirasi bagi pelaku IKM dan pemasok lokal lainnya untuk mulai menerapkan prinsip IKM hijau dan melihat keberlanjutan sebagai bagian dari upaya membangun bisnis yang lebih kuat," imbuhnya.
Dukungan MR.D.I.Y. Indonesia untuk UMKM dan Pemasok Lokal
MR.D.I.Y. Indonesia juga menjalankan program pemberdayaan UMKM melalui inisiatif MR.D.I.Y. Untuk Indonesia. Program ini mencakup pendampingan dan pelatihan bagi UMKM serta pemasok lokal untuk meningkatkan kapasitas usaha dan menerapkan prinsip keberlanjutan.
Pada 2025, lebih dari 300 UMKM di tiga provinsi mengikuti pelatihan selama tiga bulan. Materi pelatihan mencakup digitalisasi dan praktik bisnis berkelanjutan, termasuk penyusunan laporan keberlanjutan yang mengacu pada standar Global Reporting Initiative (GRI).
MR.D.I.Y. Indonesia juga mendukung pengembangan usaha lokal dengan melibatkan pemasok dalam rantai pasoknya. Sepanjang 2025, nilai transaksi pembelian perusahaan dari pemasok lokal mencapai Rp949 miliar.
Melalui jaringan lebih dari 1.400 toko di Indonesia, MR.D.I.Y. membantu pemasok lokal memperluas akses pasar dan menjangkau konsumen secara nasional tanpa harus membangun jaringan distribusi sendiri.
"MR.D.I.Y. Indonesia percaya bahwa ketika usaha lokal tumbuh dari segala aspek, pelanggan akan mendapatkan lebih banyak pilihan produk berkualitas, industri nasional semakin kuat, dan pada akhirnya menciptakan dampak positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan," pungkas Rika.