Memikirkan hal negatif bisa memperbesar amarah yang dirasakan. Mulailah untuk mencoba mengubah sudut pandang dengan melihat situasi dengan lebih realistis. Contohnya yaitu saat dihadapkan dengan situasi macet dan mulai berpikir situasi tersebut akan mengacaukan hari itu.

Dibandingkan menganggap macet sebagai musibah, lebih baik berpikir bahwa itu adalah situasi yang kita tidak bisa kontrol dan sangat mungkin terjadi di jalan. Cobalah untuk berfokus pada fakta yang ada dan hindari membayangkan kemungkinan terburuknya.

Saat mulai merasa marah, alihkan perhatian dari situasi yang memicu emosi tersebut. Membaca majalah, berjalan kaki, membaca berita, atau mendengarkan musik bisa dilakukan saat perasaan mulai kesal.

Melakukan hal lain yang dapat mendistraksi perasaan marah bisa membuat seseorang perlahan kembali tenang dan berpikir jernih. Kegiatan yang menyenangkan seperti mendengarkan musik bahkan bisa mengembalikan mood.

Merasa marah saat diperlakukan tidak adil, dilecehkan, dibentak, dihina adalah hal wajar untuk dirasakan. Menghiraukan perasaan marah sebaiknya dihindari. Terimalah perasaan tersebut dan coba untuk menghadapinya dengan baik.

Sampaikan secara tenang tanpa bersikap kasar atau menyerang orang lain bahwa Anda keberatan diperlakukan secara semena-mena. Menyampaikan perasaan secara terbuka juga bisa meredakan amarah dan tekanan di dalam hati.