NADIKABAR.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengatakan umat perlu penguatan literasi keagamaan yang utuh supaya tidak mudah terprovokasi terhadap tafsir melalui penggalan ayat Al Quran secara sepihak yang beredar luas di platform media sosial.

"Di era digital informasi apa saja dengan mudah diperoleh, termasuk memanfaatkan memenggal ayat-ayat Al Quran dan ditafsirkan secara sepihak untuk memprovokasi umat dengan tujuan tertentu," kata Ketua MUI Kota Palu Zainal Abidin di Palu, Kamis.

Ia mengingatkan umat bahwa Al Quran dan pemahaman manusia terhadap teks suci adalah dua entitas yang berbeda.

"Islam dan pemahaman tentang Islam adalah dua hal yang berbeda. Islam bersumber dari Allah SWT, sementara pemahaman tentang Islam bersumber dari manusia. Menghargai dan menghormati perbedaan menjadi solusinya," ucap Zainal Abidin.