NADIKABAR.COM — Penjualan Honda di Indonesia mulai disalip mobil China. Dibandingkan tahun lalu, penjualan Honda bahkan turun sampai 30 persen.
Kedatangan merek China menjadi ancaman nyata bagi para pabrikan Jepang di Tanah Air. Dari data yang dihimpun Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), di daftar 10 merek terlaris, kini ada dua merek China 'menyusup' di tim redaksi mobil Jepang.
Dua merek itu adalah BYD dan Jaecoo. Baik BYD dan Jaecoo sama-sama mencatatkan kenaikan penjualan yang amat signfikan. Secara wholesales, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, BYD sudah membukukan distribusi sebanyak 37.696 unit. Angkanya naik 98,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan penjualan Jaecoo bahkan lebih jor-joran, tembus 5.341,6 persen. Pada tahun lalu, distribusi wholesales Jaecoo hanya 438 unit sementara tahun ini sudah tembus 23.834 unit. Catatan penjualan retail juga demikian. Penjualan mobil-mobil BYD ke konsumen naik 83,1 persen dari 19.278 unit menjadi 35.289 unit.