Untuk memaksimalkan penyelamatan dan pemetaan cagar budaya yang tersebar di wilayah Kerinci seperti temuan menhir, tempayan tua, keramik atau porselen langka, pemerintah daerah akan menjalin kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jambi dan program studi Arkeologi Universitas Jambi (Unja).

Jamal berharap, dengan kesiapan izin operasi, ke depan pemerintah daerah bisa mendapat dukungan dari APBN melalui dana alokasi khusus (DAK) Kemenbud untuk memperluas jangkauan pelestarian, riset, serta pengembangan museum.

"Nanti kalau museum itu memang sudah beroperasi, dari kementerian ada kegiatan dari DAK kementerian, mungkin bisa lebih besar kita bergerak di kebudayaan," tutupnya.