NADIKABAR.COM — Museum Kerinci resmi mengantongi Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) dengan nomor 15.01.U.04.0392 yang beralamat di Desa Pulau Pandan, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.
Setelah terdaftar, Pemerintah Kabupaten Kerinci memastikan akan mengoptimalkan tata kelola dan operasional Museum Kerinci sebagai bagian dari bagian wisata sejarah.
"Museum Kerinci menjadi salah satu yang berhasil mendapatkan nomor pendaftaran kementerian, prosesnya memang cukup panjang karena kami harus melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang disyaratkan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Kerinci Jamal Penta Putra di Kerinci, Jumat.
Dia menjelaskan, penerbitan nomor pendaftaran tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Kebudayaan dalam pemenuhan target registrasi 1.000 museum se-Indonesia pada momen hari museum nasional (12/10).
Setelah tahapan registrasi ini, pemerintah daerah setempat tengah menyusun proses penyiapan izin operasi serta penyusunan regulasi daerah atau peraturan daerah terkait retribusi museum.
Meski saat ini museum belum menarik retribusi dan masih terkendala sarana fisik serta keterbatasan anggaran, pelayanan terhadap pengunjung dan kegiatan edukasi tetap berjalan secara adaptif.
Lanjut dia, sejauh ini sudah banyak warga secara sukarela mulai menghibahkan benda-benda bersejarah koleksi pribadi untuk dirawat di Museum Kerinci, seperti ukiran kayu tua dari rumah adat hingga temuan artefak purbakala.
Untuk memaksimalkan penyelamatan dan pemetaan cagar budaya yang tersebar di wilayah Kerinci seperti temuan menhir, tempayan tua, keramik atau porselen langka, pemerintah daerah akan menjalin kolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Jambi dan program studi Arkeologi Universitas Jambi (Unja).
Jamal berharap, dengan kesiapan izin operasi, ke depan pemerintah daerah bisa mendapat dukungan dari APBN melalui dana alokasi khusus (DAK) Kemenbud untuk memperluas jangkauan pelestarian, riset, serta pengembangan museum.
"Nanti kalau museum itu memang sudah beroperasi, dari kementerian ada kegiatan dari DAK kementerian, mungkin bisa lebih besar kita bergerak di kebudayaan," tutupnya.