NADIKABAR.COM — Museum sejarah barangkali harus mengubah cara bercerita agar kisah masa lalu tetap dapat dipahami oleh generasi yang tidak mengalaminya.

Gagasan itu terlihat dari wajah baru Museum Kesaktian Pancasila di kawasan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10), bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Perubahan museum tidak berhenti pada pembaruan bangunan dan tata ruang. Pemerintah, melalui Kementerian Kebudayaan, mengubah storyline, urutan waktu, konteks sejarah, tata pamer, serta menambahkan teknologi digital dan ruang immersive. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pembaruan tersebut dilakukan untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang pembelajaran sejarah.

Perubahan itu sekaligus menjawab persoalan yang melekat pada museum sejarah. Koleksi yang sama dapat menghasilkan pengalaman berbeda ketika cara penyajiannya berubah.