Di lantai dasar, pengunjung menemukan instalasi relief tiga dimensi Garuda Pancasila yang diikuti penyajian informasi mengenai proses lahir dan dirumuskannya Pancasila, dinamika komunisme global, hingga sejarah masuknya gerakan tersebut ke Indonesia.

Penyusunan seperti itu mengubah posisi museum dari ruang yang menyajikan koleksi menjadi ruang yang mengarahkan pengunjung mengikuti sebuah rangkaian pengetahuan. Informasi teks, visual, dan audio bekerja sebagai penghubung antara benda yang dipamerkan dan peristiwa yang hendak dijelaskan.

Teknologi, kemudian menjadi bagian dari perubahan tersebut. Sejumlah diorama dilengkapi tampilan video. Kaca dari diorama seketika berubah menjadi layar berisikan video tentang peristiwa dalam adegan pada diorama tersebut. Video animasi itu pun dibuat dengan AI.