Kegiatan revitalisasi dilakukan untuk memperbarui tata pamer museum yang tidak berganti selama puluhan tahun. Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut ditangani oleh pihak ketiga melalui konsultan dari Kementerian Kebudayaan.
Menurut Nuralam, dukungan pemerintah pusat tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap pengembangan museum di Nusa Tenggara Barat agar bisa meningkatkan kualitas penyajian koleksi sejarah dan budaya kepada masyarakat.
"Akses pameran tetap kami tutup selama pengerjaan oleh pihak ketiga," ucap dia.
Museum NTB menyiapkan pameran temporer sebagai alternatif bagi masyarakat selama menunggu penyelesaian proyek revitalisasi. Pameran temporer itu direncanakan digelar di dalam ruang geologi pada 17 November 2026.
Pameran temporer tersebut mengangkat tema sejarah dan budaya Nusa Tenggara Barat dengan menampilkan artefak yang berkaitan dengan sejarah masyarakat dan kebudayaan di Nusa Tenggara Barat.