Kesiapan tersebut semakin relevan dengan prakiraan musim hujan 2026/2027 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Awal musim hujan diprediksi berlangsung secara bertahap di berbagai wilayah Jawa dan Sumatera pada akhir Oktober hingga Desember 2026. Pergeseran musim akibat dinamika iklim menjadi perhatian bagi sektor pertanian karena waktu tanam perlu disesuaikan dengan curah hujan, ketersediaan air, dan karakter lahan setempat.
Di Jawa Tengah, misalnya, awal musim hujan diprakirakan terjadi pada November–Desember 2026. Sementara di sebagian wilayah Sumatera Selatan, musim hujan diperkirakan mulai berlangsung secara bertahap sejak akhir Oktober hingga awal Desember 2026. Perbedaan kondisi tersebut menjadikan perencanaan musim tanam semakin penting, termasuk dalam memperkirakan kebutuhan sarana pertanian dan pengiriman pupuk menuju wilayah distribusi.
Menurut Anne, ketahanan pangan membutuhkan keterhubungan banyak kegiatan yang saling mendukung. Produsen menyiapkan pupuk, transportasi melayani pengiriman, distributor menjalankan penyaluran, sementara petani menyesuaikan aktivitas budidaya dengan kondisi musim. Dalam rantai tersebut, KAI melayani angkutan pupuk pada koridor yang didukung jaringan rel dan fasilitas logistik.