NADIKABAR.COM — Musim tanam selalu membawa harapan baru. Bagi petani, datangnya hujan menjadi salah satu penanda untuk kembali menyiapkan lahan, menanam benih, dan merencanakan masa panen berikutnya. Namun, keberhasilan sebuah musim tanam juga membutuhkan kesiapan berbagai sarana pertanian, termasuk pupuk yang harus tersedia sesuai kebutuhan dan waktu penggunaannya.

Di balik persiapan tersebut, ada perjalanan logistik yang berlangsung jauh sebelum pupuk digunakan di lahan pertanian. PT Kereta Api Indonesia (Persero) turut mengambil peran melalui angkutan barang berbasis rel. Sepanjang Januari–September 2026, KAI mengangkut 21.180 ton pupuk, meningkat 31,47 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 16.110 ton. Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, terdapat tambahan 5.070 ton pupuk yang bergerak menggunakan kereta api dibanding tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan angkutan pupuk tersebut menjadi bagian dari aktivitas rantai pasok pertanian yang memiliki hubungan erat dengan kebutuhan masyarakat. Pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang diperlukan dalam proses budidaya, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga mendukung pertumbuhannya sesuai kebutuhan lahan.

“Setiap musim tanam membawa harapan bagi banyak keluarga petani. Ada lahan yang kembali disiapkan, benih yang mulai ditanam, dan rencana panen yang menjadi sumber penghidupan. Agar proses itu berjalan, kebutuhan pertanian harus disiapkan dengan baik. KAI mengambil peran melalui pengangkutan pupuk dari titik asal menuju tujuan sesuai kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.