Pengalaman belajar di UIN Jakarta memberikan perspektif baru padanya. Ia kini meyakini bila proses pendidikan tidak harus berlangsung di ruang yang sama dan familiar.

"Kita tidak perlu hanya belajar di ruang yang sama, yang familier, atau dengan latar belakang yang sama. Kita bisa belajar di mana pun, termasuk di lingkungan yang memiliki latar belakang yang berbeda dengan kita," jelas Ivon.

Ivon berharap, UIN Jakarta terus membuka kesempatan yang luas bagi mahasiswa sepertinya. Ia juga berharap UIN punya banyak kerja sama dengan institusi pendidikan berbasis agama lainnya.

"Pastinya saya mengharapkan UIN Jakarta terus membuka kesempatan yang selebar-lebarnya dan seluas-luasnya bagi mahasiswa non-muslim," ujar Ivon lagi.

Ivon bukan lulusan S3 non-muslim pertama dari UIN Jakarta. Sebelumnya, ada beberapa alumnus lainnya, yaitu:

Dr Bara menyelesaikan pendidikan doktoral di SPs UIN Jakarta pada 2023. Ia berhasil meraih gelar doktor Konsentrasi Dakwah dan Komunikasi (FDIKOM) dengan predikat sangat memuaskan dan mendapatkan IPK 3,65.

Disertasi yang ia buat berangkat dari pengalamannya sebagai umat Kristen. Diketahui disertasi itu berjudul (Respons Umat Kristen dalam Izin Pendirian Rumah Ibadah) Komunikasi Regulasi dalam Kehidupan Beragama di Indonesia.