Lima negara dengan nilai transaksi tertinggi adalah India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang.

Sementara itu, produk dengan transaksi terbesar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta produk kertas.

Capaian transaksi tersebut didukung proses penjajakan bisnis yang dilakukan sejak setahun sebelum pameran, termasuk melalui perwakilan Indonesia di luar negeri dan kegiatan business matching yang mempertemukan eksportir dengan calon pembeli internasional.