Kue kontol kejepit tidak hanya dikenal sebagai kudapan sehari-hari. Dalam cerita kulinernya, adrem juga berkaitan dengan kehidupan masyarakat Bantul dan tradisi setelah masa panen.

Pada masa lalu, kue ini disebut dapat diperoleh melalui proses barter. Hasil panen seperti gabah menjadi salah satu barang yang digunakan masyarakat untuk mendapatkan kue tersebut.

Adrem juga menjadi bagian dari sajian ketika masyarakat merayakan hasil panen. Kini, kue tersebut lebih sering dinikmati sebagai camilan atau oleh-oleh khas Bantul.

Kue kontol kejepit sering dianggap sama dengan burayot karena keduanya sama-sama berbahan tepung beras dan gula. Padahal, keduanya merupakan jajanan tradisional dari daerah yang berbeda.

Burayot juga memiliki karakter bahan yang khas. Penelitian UPI menyebut tepung beras segar dari beras khas Garut dan gula aren menjadi bagian penting dalam pembuatan burayot.

Dari tampilan, burayot cenderung menggembung dan menggelayut di bagian bawah. Sementara itu, kontol kejepit memiliki bagian tengah yang menguncup akibat proses penjepitan.