Dia berharap program Namu Balai Kota bisa terus dilaksanakan agar semakin banyak warga yang mendapat kesempatan serupa. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar wisata, melainkan juga sarana edukasi bagi anak-anak.

"Senang banget, apalagi saya bawa Abang None Cilik. Mereka senang banget. Saya sendiri yang sudah usia segini tetap semangat. Ya, kapan lagi," tuturnya.

Utami mengaku tidak mengalami kesulitan saat mendaftar secara daring untuk mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan, dia bisa mendapatkan tiga tiket meski mengaku tidak terlalu mahir menggunakan teknologi.

"Saya yang gaptek aja, yang HP-nya biasa-biasa saja, bisa ambil tiga tiket. Jadi, enggak ada kesulitan untuk registrasi," katanya.

Utami juga menilai tingginya antusiasme warga terlihat dari tiket yang cepat habis setelah pendaftaran dibuka. Dia berharap kegiatan tersebut dapat berlanjut sehingga lebih banyak masyarakat bisa berkunjung.

"Saya yakin banyak warga yang antusias. Buktinya, begitu dibuka, mereka cepat habis. Saya sendiri kalau malam-malam dibuka langsung war dan informasikan ke grup-grup yang lain. Ayo, ayo, ayo Namu di Balai Kota," ujarnya.

Meski mengapresiasi dibukanya Balai Kota untuk umum, Utami berharap fasilitas bagi penyandang disabilitas dapat ditingkatkan. Dia menilai masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi agar pengunjung disabilitas bisa lebih nyaman.