"Melalui program ini, kami ingin masyarakat bisa mengenal sejarah Jakarta, memahami bagaimana pemerintah bekerja dan keputusan dibuat, mengetahui berbagai persoalan kota yang dibahas, serta melihat apa yang sedang dikerjakan dan direncanakan untuk masa depan Jakarta," ujarnya.

Selain itu, Namu Balai Kota diharapkan menjadi ruang bagi komunitas untuk beraktivitas dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Balai Kota. Program ini juga menjadi salah satu alternatif kegiatan akhir pekan bagi masyarakat.

Dengan demikian, Balai Kota tidak hanya menjadi gedung pusat pemerintahan, tetapi juga ruang edukasi, interaksi, dan keterbukaan informasi bagi masyarakat.

Namu Balai Kota dapat dikunjungi secara gratis. Namun, pengunjung tetap perlu membayar apabila membeli makanan, minuman, maupun produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dijajakan di lokasi.