NADIKABAR.COM — Pelaksanaan eksekusi mati terhadap seorang terpidana pembunuhan di Tennessee, Amerika Serikat (AS), tampaknya gagal. Terpidana yang berjenis kelamin perempuan itu masih bernapas dan terdengar mendengkur setelah disuntik dengan zat mematikan pada Rabu (30/9) waktu setempat.
Kegagalan pelaksanaan eksekusi mati di AS itu, seperti dilansir AFP, Kamis (1/10/2026), dilaporkan oleh sejumlah saksi mata, termasuk jurnalis lokal, yang ada di dalam ruang eksekusi mati dan pengacara terpidana pembunuhan yang bernama Christa Pike tersebut.
"Tampaknya proses ini tidak berjalan sebagaimana mestinya," tutur seorang jurnalis investigasi AS, John North, dari media lokal WBIR, yang menjadi saksi di lokasi eksekusi mati.
"Saat kami meninggalkan gedung tersebut, sepengetahuan kami, dia kemungkinan masih hidup," ucapnya.
Pejabat lembaga pemasyarakatan Tennessee belum memberikan konfirmasi publik mengenai eksekusi mati yang dilaporkan gagal tersebut. Dilaporkan bahwa eksekusi mati itu mencakup dua kali penyuntikan pentobarbital -- obat penenang untuk memperlambat kerja sistem saraf pusat.
Laporan televisi setempat WVLT menyebutkan bahwa pengacara Pike sedang mengajukan permohonan penundaan darurat untuk menghentikan eksekusi mati dan "segera memulai tindakan penyelamatan nyawa".