Steven Hale dari Nashville Banner, media lokal lainnya, menambahkan bahwa: "Apa pun yang baru saja terjadi, hal itu berlangsung di balik tirai tertutup saat Christa Pike masih hidup. Kami masih bisa mendengar napasnya, tetapi kami tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi."

Tayangan livestream salah satu jurnalis itu menampilkan ambulans dengan sirene menyala tampak meninggalkan lokasi eksekusi mati. Tidak jelas apakah ambulans itu membawa Pike.

Pike dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan AS pada tahun 1996, atas tindak pidana pembunuhan yang dilakukannya setahun sebelumnya atau pada tahun 1995.

Bersama kekasihnya, Pike yang saat itu baru berusia 18 tahun, memukul dan membunuh Colleen Slemmer (19) di sebuah pusat pelatihan kerja bagi anak-anak muda. Kasus itu menyita perhatian nasional karena jenazah korban ditemukan dengan ukiran Pentagram -- yang kerap dianggap simbol setan -- pada bagian dadanya.

Pada saat-saat akhir, pengacara Pike mengajukan permohonan penundaan eksekusi mati dengan argumen bahwa Pike memiliki riwayat korban kekerasan seks, mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan memiliki kondisi kelainan darah yang membuat suntikan mati akan memicu "penderitaan yang tidak perlu".

Mahkamah Agung AS menolak permohonan penundaan eksekusi mati itu pada Selasa (29/9) waktu setempat. Eksekusi mati terhadap Pike akan menjadikannya sebagai wanita pertama dalam 200 tahun terakhir yang disuntik mati di Tennessee.