"Hubble masih memiliki banyak penemuan penting di masa depan, dan kita harus mempertimbangkan setiap peluang yang masuk akal untuk terus mengoperasikannya selama mungkin," kata Administrator NASA Jared Isaacman dalam pernyataan resmi NASA, seperti dikutip dari ArsTechnica, Selasa (3/11/2026).

"Jika ada cara inovatif dan hemat biaya untuk memperpanjang masa pakai aset yang sudah ada di orbit, kita berhutang kepada pembayar pajak Amerika dan komunitas ilmiah untuk menjajakinya. Memperpanjang usia Hubble akan berarti lebih banyak penemuan, lebih banyak sains, dan lebih banyak kesempatan untuk memperluas pemahaman kita tentang Alam Semesta," sambungnya.

NASA memasang target misi penyelamatan ini dapat diluncurkan pada tahun 2032. Perusahaan yang dikontrak untuk menjalankan misi ini akan bertanggung jawab menyediakan kendaraan peluncur, wahana antariksa, operasi misi, dan awak jika diperlukan.

Menurut estimasi para ahli, Hubble kemungkinan akan jatuh dari orbit dan memasuki atmosfer Bumi pada tahun 2033 atau 2034 jika tidak ada intervensi. Namun, estimasi tersebut bisa berubah berdasarkan aktivitas Matahari.