Salah satunya, G180.0−1.7, mungkin lebih dikenal dengan nama Spaghetti Nebula atau Sh2-240. Bentuknya berupa jaringan filamen tipis yang membentang di ruang angkasa.
Ketika sebuah bintang masif mengalami supernova, ledakan dahsyatnya melemparkan material ke luar. Material tersebut terus mengembang dan bertabrakan dengan gas di ruang antarbintang, membentuk cangkang gas dan struktur filamen.
Jejak proses itulah yang menghasilkan pemandangan berwarna-warni dalam foto. NASA menjelaskan warna merah menunjukkan emisi hidrogen, sementara struktur berwarna biru berasal dari oksigen.
Menariknya, kelima supernova itu tidak berada pada jarak yang sama dari Bumi. Mereka berada hingga beberapa ribu tahun cahaya jauhnya dan ledakannya terjadi secara terpisah.
Usianya pun sangat tua. NASA memperkirakan beberapa sisa ledakan tersebut sudah berumur hingga puluhan ribu tahun.