Bagian "kaki" yang berwarna terang merupakan punggung bukit batu pasir yang bertahan ketika lapisan batuan lain di zona tumbukan terkikis.

NASA menyebut para ilmuwan kesulitan menyusun penjelasan mengenai proses pembentukannya selama puluhan tahun usai kawah Spider Carter ditemukan. Sebagian peneliti menduga kawasan ini memiliki sejarah vulkanik.

Berdasarkan penelitian lapangan, para ahli geologi menemukan tanda-tanda khas bekas tumbukan, yaitu rekahan berbentuk kipas yang disebut shatter cone.

"Rekahan ini hanya terbentuk ketika gelombang kejut yang sangat kuat merambat melalui batuan. Struktur tersebut ditemukan secara luas di bagian kubah tengah Spider Carter," tulis NASA Earth Observatory dalam keterangannya, Selasa (13/10).