Di sisi lain, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) pada periode yang sama masih tumbuh 12,88% menjadi Rp1.332 triliun. Data tersebut menunjukkan transaksi digital dan kebutuhan uang tunai tetap berjalan beriringan.
Direktur Jalin, Eko Dedi Rukminto, mengatakan perkembangan layanan digital tidak menggantikan kebutuhan terhadap kanal fisik. Sebaliknya, perubahan perilaku transaksi mendorong kebutuhan akan konektivitas yang dapat menghubungkan layanan digital dengan akses tunai secara lebih seamless.
"Layanan keuangan semakin bergerak ke kanal digital, tetapi kebutuhan akan akses tunai tetap ada. Melalui pemanfaatan infrastruktur yang telah tersedia, bank dan tekfin dapat memperluas layanan secara lebih efisien sekaligus memberikan pilihan akses yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Eko dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9/2026).