"Lauk pelengkapnya ada beberapa, termasuk ikan bekasem. Ada juga ayam, tempe, telur dan lainnya. Nah, itu sebagai pelengkapnya," tutur Goemelar.
Saat tradisi Panjang Jimat berlangsung, nasi jimat dibawa dalam iring-iringan menuju Langgar Agung. Setibanya di sana, nasi dan sejumlah hidangan lainnya ditempatkan untuk mengikuti rangkaian acara.
Di Langgar Agung, peringatan Maulid Nabi diisi dengan pembacaan kitab Al-Barzanji dan doa bersama. Sajian yang dibawa dalam iring-iringan ditempatnya di tempat yang telah ditentukan.
"Ini dihidangkan khusus di acara Panjang Jimat," katanya.
Setelah doa selesai, nasi jimat kemudian dibagikan. Sajian tersebut disantap oleh keluarga keraton, wargi, abdi dalem dan sejumlah masyarakat.
Selain nasi jimat, ada pula air serbat yang ikut dibawa dalam iring-iringan. Minuman tersebut dibuat menggunakan gula merah, tebu dan daun pandan.