Namun, seiring berjalannya waktu, hasil penjualan emas yang menjadi hak Fariz tak pernah diterimanya.

"Bisa saya buktikan bahwasanya ini (emasnya) sudah dijual dia sendiri, terus uangnya enggak dikasihkan ke saya," kata Fariz dalam konten Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Selasa (1/9/2026).

Kerugian Fariz makin membengkak karena Andri kerap meminjam uang secara bertahap, mulai dari Rp 10 juta, Rp 6 juta, hingga utang-utang kecil harian. Sepeda motor milik Fariz pun ikut digadaikan sepihak oleh Andri dengan dalih kekurangan modal.