"Motornya hilang digadaikan sama dia (Andri) juga karena buat kekurangan modal," ceritanya.

Fariz mengungkapkan, modal besar yang disetorkannya itu didapat dari hasil menjual ginjalnya di India seharga Rp 250 juta saat masa pandemi COVID-19.

"Saya waktu itu sampai ke India sekitar waktu tahun-tahun COVID-19, karena kebetulan juga niatnya mau menolong orang Indonesia lain yang butuh ginjal. Akhirnya saya jual. Lah ini kan hasilnya mau saya buat investasi gitu loh, maksud saya gitu kok tambah dibohongi seperti ini," pungkasnya.