PBB, dalam tanggapannya, menyebut bahwa penghargaan bagi Pillay merupakan bukti nyata untuk "nilai" hak asasi manusia (HAM).

Dewan juri Nobel mengatakan bahwa mereka memberikan penghargaan ini saat "sistem hukum internasional sedang berada di bawah tekanan hebat dan lembaga-lembaganya sedang diserang".

"Di tengah tantangan eksistensial -- termasuk perang dan konflik yang jumlahnya melebihi apa yang telah disaksikan dunia dalam waktu yang lama -- hukum internasional bukan lagi sekadar pelengkap bagi perdamaian dan keamanan. Itu merupakan kebutuhan mutlak," kata Frydnes.

"Komitmen Navi Pillay terhadap prinsip-prinsip hukum universal dan keteguhan prinsip moralnya merupakan hal yang konsisten sepanjang kariernya yang panjang," sebutnya.

Nobel Perdamaian untuk Pillay ini, yang menjadi pengakuan tertinggi di bidang diplomasi dan kemanusiaan, dipastikan akan membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kesal. Pemerintahan Trump telah berulang kali menyerang lembaga-lembaga peradilan internasional.