Indah menilai pasangan China yang mereka hadapi memiliki karakter permainan yang hampir sama dengan lawan yang ditemui pada Malaysia Super 100 sebelumnya. Meski pertandingan berlangsung cukup berat, namun status Nawaf/Indah sebagai pasangan baru juga memberikan keuntungan karena lawan belum sepenuhnya mengenali pola permainan mereka berdua.

Sementara itu, Nawaf mengatakan perubahan tempo permainan menjadi salah satu upaya untuk membalikkan keadaan setelah kalah pada gim pertama. Pada gim penentuan, mereka juga berusaha mengantisipasi servis dan serangan awal lawan agar tidak kehilangan banyak poin.

"Di gim kedua, kami mencoba mempercepat tempo. Di gim pertama, sebenarnya temponya sudah benar, tetapi pada poin-poin akhir kami kehilangan fokus karena servis satu-dua lawan bagus. Jadi, di gim ketiga kami mencoba melewati bola satu-dua mereka dan bermain bertahan," ujar Nawaf.

Ia menambahkan pola permainan pada gim ketiga tidak jauh berbeda dengan gim kedua. Keduanya berusaha menjaga konsistensi hingga berhasil mengamankan kemenangan.

Kemenangan tersebut menjadi modal bagi Nawaf/Indah untuk melanjutkan perjuangan di Polytron Kudus Indonesia Masters 2026, sekaligus membangun kekompakan sebagai pasangan ganda campuran yang masih mengembangkan pola permainan bersama.