Sayangnya, dokumen pernyataan bersama tersebut tidak memberikan rincian volume minyak mentah, solar, dan produk lainnya yang akan dilepas atau menyebutkan negara mana yang akan berpartisipasi.
"Kami akan mengadakan pertemuan dalam konteks IEA dalam beberapa hari mendatang untuk membahas kemungkinan pelepasan diesel tambahan jika diperlukan," tambah pernyataan itu.
Aksi tanggap darurat ini merupakan kelanjutan dari pelepasan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah, sebanyak 400 juta barel pada Maret lalu, yang dipicu oleh pecahnya perang Iran.
Sebelumnya, AS menekan Uni Eropa agar segera menyedot persediaan solar darurat mereka. Bahkan, dalam dua minggu terakhir Trump sempat mengancam untuk melarang ekspor solar dari AS jika Eropa enggan bertindak.
Gertakan tersebut sempat memicu kekhawatiran karena Eropa masih sangat bergantung pada pasokan solar dari AS. Jika AS menghentikan ekspor, Eropa terancam mengalami kelangkaan pasokan hingga pukulan ekonomi yang cukup telak.