"Pemerintah sedang berupaya membuat musim kembali ke sekolah lebih mudah diakses, lebih siap, dan lebih aman bagi siswa dan keluarga Haiti," terang pemerintah Haiti dalam pengumuman resminya pada 4 September.
"Di Haiti, tidak ada orang tua yang harus memilih tim redaksi memberi makan keluarga mereka dan menyekolahkan anak mereka," sambung pemerintah 'the failied state' itu.
Sebelumnya, UNICEF melaporkan bahwa lebih dari 1.600 sekolah ditutup selama tahun ajaran 2024-2025, yang berdampak pada sekitar 7.500 guru dan menyebabkan lebih dari 240.000 siswa kehilangan kesempatan belajar.
Pada awal Juni 2026, sekitar 1,5 juta orang di Haiti menjadi pengungsi internal, sekitar setengahnya adalah anak-anak. UNICEF juga melaporkan bahwa 2,8 juta anak membutuhkan bantuan kemanusiaan.