NADIKABAR.COM — Negosiasi tim redaksi warga pemilik tanah dan perwakilan PT Misi Mulia Petronusa (MMP) nyaris ricuh setelah terjadi adu mulut tim redaksi warga yang menuntut hak atas tanah dan perwakilan perusahaan. Pertemuan itu berlangsung buntu tanpa menemukan jalan keluar.

Kondisi itu bermula dari kedatangan sejumlah warga Kalipuro di sekitar perusahaan. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG. Warga menduga kondisi itu terjadi karena tangki distribusi milik anak perusahaan Bosowa, Energasindo, tidak dapat beroperasi akibat pemblokiran jalan menggunakan beton semen di akses masuk perusahaan.

Iwan, salah satu perwakilan warga Kalipuro, mengaku kesulitan mendapatkan LPG dan meminta perusahaan kembali mengoperasikan tangki distribusi.

"Saya warga sini, saya asli warga Bulusan. Langka LPG itu kalau sampeyan tahu," ungkap Iwan, Sabtu (29/8/2026) malam.

Setelah mendapat protes dari warga sekitar, perwakilan PT MMP yang disebut sebagai kuasa hukum perusahaan berupaya meminta massa demonstrasi meninggalkan area perusahaan agar proses pengisian skid tank LPG dapat kembali dioperasikan. Namun, permintaan tersebut ditolak dan berujung tantangan untuk berbuat chaos dari pihak perusahaan.